Hari Pertanian, Kala Prabowo Serius Wujudkan Indonesia jadi Lumbung Dunia

Semeton Prabowo – Tanggal 24 September jadi peringatan hari Pertanian Nasional. Hari untuk merefleksi sejauh mana tingkat perhatian terhadap sektor yang melahirkan kebutuhan dasar manusia, khususnya di Indonesia.

Berbagai persoalan pertanian masih menjadi pekerjaan rumah yang seakan tiada habisnya. Kesejahteraan petani, kualitas tanah, pupuk, hingga kapasitas hasil untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hingga persoalan mau dibawa kearah mana pertanian di Indonesia ini?

Sebagai salah satu tokoh di Indonesia, Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya pertanian dan petani. Bahkan dalam proses mempertahankan kemerdekaan, Prabowo menyebut petani sangat berperan besar. Petani dengan hasil pertaniannya yang menjadi penyuplai logistik cuma-cuma kepada prajurit yang sedang berjuang.

” Tentara waktu perjuangan melawan penjajah, belum ada negara, kita belum punya anggaran, belum punya DPR, belum punya APBD/APBN. Anggaran dari mana?” Tanya Prabowo kala itu.

“Waktu kita menyatakan merdeka, kita tidak punya anggaran, tentara tidak digaji, lurah/camat tidak digaji karena negara kita baru beberapa minggu hidupnya. Yang kasih makan tentara siapa? Ya, petani. Yang dukung perjuangan? Ya, petani juga,” lanjutnya saat berakhir pekan di Dusun Butuh, Temanggung Jawa Tengah ,Oktober 2022 lalu.

Menurutnya, petani dan pertanian memiliki peran vital dalam pembangunan Indonesia sejak sebelum merdeka. Jika nasib petani dan pertanian dipinggirkan, maka nasib bangsa akan buruk.

Atas dasar tersebut, Prabowo menunjukan keseriusannya memajukan pertanian di Indonesia.Bagaimana Prabowo dengan cita – cita besar untuk mewujudkan Indonesia Swasembada pangan dan jadi lumbung Dunia.

Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI bersama Presiden Jokowi melaksanakan program food Estate di Kalimantan Tengah. Sebuah kebijakan yang ditujukan untuk menjadi langkah konkgrit dalam memulai cita – cita swasembada. Meskipun diterpa berbagai isu miring, nyatanya program tersebut masih berjalan dengan beberapa tahapan proses. Karena tentunya tidak mudah, dan hanya orang yang serius dan optimis yang mampu mengemban tugas tersebut.

Tidak hanya itu, Prabowo kemudian memyusun langkah – langkah konkrit untuk memvisualkan cita- cita besar swasembada pangan Indonesia. Cita – cita itu dirumuskan dalam konsep kongkrit sebuah program hasil dari kolaborasi bersama pakar, praktisi dan juga akademisi. Hingga mampu menghasilkan langkah dengan sasaran dan visi yang jelas.

Dari 17 program prioritas dalam ‘Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045’, Prabowo menyebut persoalan pertanian yang terdiri dari berbagai aspek. Mulai dari hulu hingga hilir untuk menjamin keberlangaungan pertanian yang semakin maju.

“Kita harus menjamin ketersediaan pupuk, benih dan pestisida langsung ke petani. Sekarang, terlalu banyak perantara-perantara. Sekarang kita harus jamin, pupuk harus sampai ke petani,” kata Prabowo dalam acara “Mata Najwa on Stage: 3 Bacapres Bicara Gagasan” yang digelar di UGM, Yogyakarta, Selasa malam (19/9/2023) lalu.

Dalam 17 program prioritas yang telah dirumuskan bersama sejumlah pakar dan profesor di berbagai bidang tersebut, Prabowo juga mengarahkan perhatiannya perihal pangan, dan kemiskinan,

Khusus perihal pangan, Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia harus mencapai swasembada pangan. Sebagai ujung dari majunya sektor pertanian, harapannya, Indonesia akan tumbuh menjadi lumbung pangan dunia, seperti yang telah dicita-citakan bersama.

“Saya yakin ini bisa. Kalau dilaksanakan dengan benar, kita bisa jadi lumbung pangan dunia. Itu cita-cita,” tegas Prabowo.

Prabowo meyakini proses mencapai cita-cita besar tersebut memang membutuhkan komitmen dan keseriusan. Semangat dan kerjasama semua pihak adalah kunci keberhasilan harapan itu. Sebagai seorang mantan prajurit, jiwa patriotis Prabowo menjadi dasar penting untuk dapat memimpin Indonesia sebagai negara yang besar. Hingga cita-cita mewujudkan Swasembada pangan lewat pertanian yang maju dapat tercapai di masa depan. (NS)

Komentar

Scroll to Top