Hari Perdamaian Internasional, Prabowo Pernah Berikan Usulan Perdamaian Rusia-Ukraina

So, What I’m Purposing is How We Try to Resolve this Conflict by Respecting the United Nations, That’s all.
(Jadi saya mengusulkan bagaimana kita mencoba untuk menyelesaikan konflik dengan cara menghormati PBB, itu saja)
Prabowo Subianto, 3 Juni 2023

Semeton Prabowo – Tanggal 21 Semptember diperingati dunia sebagai hari Perdamaian internasional. Berbicara perihal perdamaian, Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan RI pernah mengusulkan proposal resolusi konflik untuk perdamaian Rusia dan Ukraina. 

Usulan proposal perdamaian itu disampaikan oleh Prabowo pada acara International Institute for Strategic Studies Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit di Singapura pada Sabtu (3/6/2023) lalu. Prabowo dengan tegas dan rinci menyampaikan usulan yang dirasa cukup rasional untuk diterapkan.

5 Poin Usulan Resolusi Konflik oleh Prabowo

Pada kesempatan rersebut Prabowo mengusulkan 5 point resolusi konflik untuk Rusia dan Ukraina. Salah satunya adalah referendum yang difasilitasi PBB selaku lembaga dunia. Beberapa point yang disampaikan Prabowo dalam forum tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Prabowo mengusulkan gencatan senjata. Dalam hal ini penghentian permusuhan di tempat pada posisi saat ini dari kedua pihak yang tengah berkonflik. Pada kesempatan itu Prabowo Subianto sebagai perwakilan Indonesia menyatakan bahwa Indonesia siap mengirimkan pasukan perdamaian guna mendukung diakhirinya perang di Eropa yang sudah menyebabkan kerusakan dan berdampak terhadap rakyat sipil.

Kedua, Prabowo Subianto meminta mundurnya masing-masing negara yang bertikai 15 kilometer ke baris baru (belakang) dari posisi depan masing-masing negara saat ini. Hal ini tentunya akan membentuk zona demiliterisasi. Zona demiliterisasi adalah sebuah wilayah atau area yang secara resmi dinyatakan bebas dari personel militer, peralatan militer, dan aktivitas militer. Zona ini biasanya digunakan untuk mengurangi ketegangan antara dua pihak yang berselisih atau sebagai langkah menuju perdamaian. Dalam zona demiliterisasi, perjanjian biasanya mengatur bahwa pihak-pihak yang bersengketa harus menarik pasukan militer mereka ke luar zona tersebut, sehingga menciptakan suatu wilayah netral di antara mereka.

Ketiga, Prabowo juga meminta keterlibatan pasukan pemantau dan PBB di sepanjang zona demiliterisasi baru kedua negara. Keterlibatan pasukan pemantau dan PBB di sepanjang zona demiliterisasi merupakan elemen penting dalam menjaga perdamaian, menghindari konflik bersenjata, dan memfasilitasi upaya menuju perdamaian yang berkelanjutan. Mereka membantu memastikan bahwa semua pihak mematuhi kesepakatan dan bahwa zona demiliterisasi tetap berfungsi sebagai zona netral yang mendorong dialog dan penyelesaian sengketa.

Keempat, ia juga mengusulkan pasukan pemantau dan PBB itu terdiri dari kontingen negara-negara yang disepakati. Pada pertemuan International Institute for Strategic Studies Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit di Singapura, Prabowo Subianto meminta Rusia dan Ukraina harus terlibat langsung dalam upaya penyelesaian konflik.

Kelima, menurut Prabowo, PBB harus mengorganisir dan melaksanakan referendum di wilayah sengketa untuk memastikan secara objektif keinginan mayoritas penduduk dari berbagai wilayah sengketa. Meskipun PBB memiliki peran yang sangat penting dalam penyelesaian konflik, penting juga PBB melibatkan banyak aktor lain, termasuk negara-negara individu, organisasi regional, dan kelompok masyarakat sipil.

Proposal Usulan Perdamaian yang disampaikan oleh Prabowo ini mengundang kontroversi. Terlepas dari posisinya sebagai Menteri Pertahanan yang mungkin bukan posisi paling tepat untuk berbicara soal resolusi konflik, isi dari proposal yang disampaikan juga dianggap kurang ideal. Meski demikian, tak semuanya juga bisa dianggap salah. (PA)

Komentar

Scroll to Top